Adakah Platform yang Jelas jika benar Presiden Jokowi mundur??

Politisi yang bijak dan benar-benar peduli terhadap nasib rakyat, tentunya harus belajar dari sejarah yang pernah menoreh sebuah peristiwa yang terulang :

1. Demo besar-besaran tahun 1966 berhasil menurunkan Presiden Soekarno melalui Sidang Istimewa MPRS tahun 1967 dan mengangkat Soeharto menjadi pejabat Presiden. Penurunan Soekarno sampai dengan pelaksanaan pemilu tahun 1971 kondisi politik sangat tidak menentu yang berdampak menyengsarakan rakyat. Dan selesai Pemilu Soeharto terpilih menjadi Presiden, keadaan politik pun masih diwarnai intrik karena ketidak puasan dari beberapa Jendral sampai terjadi peristiwa Malari tahun 1974, untuk mempertahankan kekuasaannya, pemerintah melalui Tap No. II/MPR/1978 menggusur fungsi Pancasila menjadi alat pembinaan mental sekaligus membatasi gerak mahasiswa melalui kebijakan NKK (Normalisasi Kehidupan Kampus).

2. Demo besar-besar tahun 1998 berhasil mendesak Soeharto turun dan digantikan oleh wakilnya BJ. Habibie sama seperti halnya turunnya Soekarno kondisi perekonomian hancur yang menjadi korban rakyat, pada tahun itu juga MPR mencabut Tap No. II/MPR/1978 karena dianggap sebagai alat Orba, dicabut dengan menerbitkan Tap  No. XVIII/MPR/1998. Dan demi ambisi sekelompok elit politik, MPR hasil pemilu tahun 1999 merombak dan menghancurkan cita-cita Proklamasi melalui amandemen UUD-45 sebanyak 3 kali dan ditetapkan MPR tahun 2002.

Menyikapi kejadian demo tersebut seharusnya semua komponen bangsa menyadari bahwa keberhasilan menurunkan Presiden berdampak pada kehancuran perekonomian yang menyengsarakan rakyat, karena demo yang dilakukan untuk menurunkan Presiden tanpa menyiapkan platform yang jelas, sehingga berakibat jalannya pemerintahan baru tidak mempunyai arah tujuan.

Saat ini sama seperti halnya demo sebelumnya memanfaatkan mahasiswa sebagain motor penggerak untuk menjatuhkan Presiden Jokowi. Mahasiswa yang melakukan demo tidak pernah tau langkah apa setelah tuntutan berhasil karena platform sebagai acuan perbaikan tata kelola negara tidak punya, mahasiswa dengan idealis yang membara tidak sadar dimanfaatkan oleh sekelompok elit yang mempunyai kepentingan tertentu.

Saya sebagai warga negara sangat prihatin dengan kondisi saat ini, janganlah kita bertindak bodoh dengan mengulang sejarah kelam yang pernah terjadi.

Mari kita berfikir jernih sebelum kita melangkah lebih jauh, kepada adik-adik mahasiswa lakukanlah demo tetapi sebelumnya siapkan PLATFORM yang jelas dan sosialisasikan kepada seluruh rakyat supaya tuntutan pergantian Presiden memenuhi harapan semua lapisan masyarakat, bukan memenuhi harapan elit politik yang ada dibelakang layar, karena penyesalan yang akan terjadi.

Dengan ini saya sisipkan sebuah renungan pemikiran tentang Pancasila dan UUD-45 yang selama 76 tahun Indonesia Merdeka belum menjadi platform bernegara👇  https://eramilenial.data.blog/wp-content/uploads/2025/07/wp-1752138955810.pdf

Penjelasan lebih detail klik tautan dibawah ini.👇https://eramilenial.data.blog/wp-content/uploads/2024/05/wp-1715065907810.pdf

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai