Budaya Korupsi Berjamaah

Mengadopsi Sistem TRIAS POLITIKA ke dalam Sistem Demokrasi Pancasila merupakan penyebab politik menjadi berbiaya tinggi dan hasilnya pun hanya mendapatkan pemimpin2 yang siap menjadi koruptor, karena pemimpin tersebut harus menutupi biaya kampanye dan setoran ke parpol serta balas budi ke Timses melalui kolusi berbagai proyek.

Para kontestan pemenang pemilu baik di Legislatif maupun pemenang pilkada dari tingkat pusat hingga daerah setelah menjabat di masing-masing wilayah teritorial kekuasaannya mulai melakukan konsolidasi menyeluruh di setiap sektor yg ada dibawah kewenangannya dengan menempatkan kolega-kolega nya yang telah turut serta membantu memenangkan pemilu, untuk diberi jabatan pada pos-pos strategis guna memuluskan jalannya KOLUSI diberbagai proyek, sehingga KORUPSI berjamaah tidak akan bisa dihindari.

Juga tidak dapat dipungkiri perihal pengaturan pembagian jatah proyek dari hasil kolusi, hal demikian sudah menjadi rahasia umum bahwa pelaksanaan proyek bernilai trilliunan sampai puluhan juta rupiah, diatur untuk bisa digelapkan dengan berbagai macam cara kemudian hasilnya dibagi-bagi secara adil alias korupsi secara resmi, hal demikian terjadi di setiap proyek dari tingkat Pusat sampai Kelurahan, mereka yg tertangkap hanya sebagian kecil saja.

Kondisi demikian dipastikan berdampak besar ke seluruh sistem pemerintahan dan saat ini telah terbukti, yaitu jalannya birokrasi tidak lagi sesuai SOP karena di dalam benak para birokrat tertanam bagaimana bisa mendapat tambahan penghasilan diluar gaji yang sudah diterima, sehingga ada istilah bekerja di tempat basah, terlebih pada lembaga yang berkaitan dengan proses hukumbaik pidana maupun perdataJUAL BELI kasus dan suap menyuap sudah menjadi rahasia umum.

Pemilu dengan biaya fantastis yang hanya menghasilkan pejabat yang cenderung korup. Apa tetap ingin kita PERTAHANKAN??

SILAHKAN DIJAWAB !!!!!!!!!

Percuma kita menyalahkan manusianya karena tidak ada selesainya, bahkan menyebabkan persatuan bangsa menjadi rapuh dan jalannya pemerintahan menjadi tidak kondusif saling curiga mencurigai, saling hujat menghujat serta saling jatuh menjatuhkan.

Coba renungkan statement dibawah ini !!

SIAPAPUN PRESIDEN NYA DIPASTIKAN TIDAK AKAN PERNAH ADA PERBAIKAN WALAUPUN SUPREMASI HUKUM BERUSAHA UNTUK DITEGAKKAN SE-TEGAK2NYA, KARENA PARA KORUPTOR SDH MASUK DALAM SISTEM SHG MEREKA MAMPU BERBUAT DGN SERIBU MACAM CARA UNTUK DAPAT MENGELABUI ATURAN PERUNDANGAN BAHKAN UNDANG2 BISA MEREKA ATUR SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA TIDAK MENYALAHI.

Koruptor adalah buah dari OUTPUT sebuah SISTEM PEMERINTAHAN YANG SUDAH RUSAK!!sehingga tidak ada perbaikan lain kecuali perubahan sistem Dasar Tata Negara yang sesuai dengan cita2 pendiri bangsa.

Konsep TRISULA POLITIKA warisan leluhur Nusantara yaitu Pancasila dan UUD-45 ASLI yang belum pernah diundangkan sejak diproklamirkan kemerdekaan Indonesia sebagai solusi perbaikannya.

Konsep Trisula politika, klik tautan buku dibawah ini👇  https://play.google.com/store/books/details/NH_AGI_TRISULA_POLITIKA_SISTEM_TATANAN_SEJAHTERA?id=V9V9EQAAQBAJ

Penjelasan lebih detail klik tautan dibawah ini.👇 https://eramilenial.data.blog/wp-content/uploads/2024/05/wp-1715065907810.pdf

Dialog tatanan kebangsaan menurut kedaulatan Tuhan 👇                             https://eramilenial.data.blog/wp-content/uploads/2025/12/wp-1767112409785.pdf

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai