“Demokrasi Pancasila Sistem Tata Kelola Dunia Baru” merupakan konsep tatanan baru warisan leluhur yang dipingit sejak ditetapkan tgl 18 Agustus 1945. Konsep warisan leluhur tersebut bagaikan SATRIO PININGIT yang mampu membangkitkan para BUDAK ANGON atau membangkitkan anak-anak muda yang berjiwa nasionalis sejati untuk menyongsong MESIAS SANG JURU SELAMAT bangsa Indonesia. Para Budak Angon saat iniLanjutkan membaca “KONSEP TRISULA POLITIKA YANG DIPINGIT”
Arsip Kategori: Tidak Dikategorikan
MELURUSKAN PEMAHAMAN PANCASILA SESUAI NASKAH BPUPKI
Kilas balik bagi kita yang mengenyam pendidikan pada masa sebelum reformasi, dimana materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, kita disajikan materi tentang UUD-45, dimana UUD-45 terbagi atas tiga bagian 1. Bagian Pembukaan2. Bagian Batang Tubuh 3. Bagian Penjelasan Bagian ke 1 Pembukaan dan bagian ke 2 Batang Tubuh merupakan hasil kerja BPUPKI, kemudian pada tanggal 7 AgustusLanjutkan membaca “MELURUSKAN PEMAHAMAN PANCASILA SESUAI NASKAH BPUPKI”
PANCASILA DASAR NEGARA
Ir. Soekarno usai Sidang Kedua BPUPKI tanggal 17 Juli 1945, menegaskan bahwa Pancasila merupakan philosophische grondslag bangsa Indonesia, yg artinya Pancasila merupakan filosofi tentang hukum dasar tata negara atau disingkat Pancasila dasar negara. Oleh karena itu sesuai naskah asli yang disusun oleh BPUPKI, Pancasila bukan alat pembinaan moral bangsa. Mendudukkan Pancasila sebagai alat pembinaan moralLanjutkan membaca “PANCASILA DASAR NEGARA”
ARTI DINUL ISLAM MENURUT SUNNAH RASUL
Perkataan DINUL ISLAM pertama kali diperkenalkan oleh Rasulullah SAW, sehingga kalau mau memberi arti kata tersebut ke dalam bahasa Indonesia harus dikembalikan menurut pemahaman asal perkataan tersebut, kalau tidak demikian akan merubah pemahaman, bahkan bisa bertolak belakang dengan pemahaman yang sebenarnya. DINUL ISLAM terdiri dari dua kata yaitu Dinan dan Islaaman.“Dinan” merupakan kata dasar atauLanjutkan membaca “ARTI DINUL ISLAM MENURUT SUNNAH RASUL”
TRISULA POLITIKA SISTEM TATANAN SEJAHTERA
Trisula Politika sebuah gagasan baru tentang pembagian kekuasaan pemerintahan dalam sistem Demokrasi Pancasila yang tidak terintegrasi dengan sistem Liberalis maupun Komunis, serta belum pernah diadopsi ataupun diterapkan sebagai tata kelola oleh negara manapun termasuk Indonesia, sistem tersebut merupakan interpretasi dari penjabaran Pancasila dan UUD-1945 (NASKAH ASLI). Trisula Politika merupakan satu bentuk sistem tata kelola negara yang seharusnyaLanjutkan membaca “TRISULA POLITIKA SISTEM TATANAN SEJAHTERA”
RUKUN PEMBANGUNAN DINUL ISLAM
Sebuah masukan, untuk mereka yg mau diajak berpikir ilmiah Dibawah ini merupakan hadits tentang Rukun Islam : بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّمُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَحَجِّ الْبَيْتِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ الإسْلاَمُ =alif lam pada kata “Islam” pada hadits diatas menunjukkan bahwa kata tersebut bermakna khusus atauLanjutkan membaca “RUKUN PEMBANGUNAN DINUL ISLAM”
Budaya Korupsi Berjamaah Adalah Sebuah Akibat
Mengadopsi Sistem TRIAS POLITIKA ke dalam Sistem Demokrasi Pancasila merupakan penyebab politik menjadi berbiaya tinggi dan hasilnya pun hanya mendapatkan pemimpin2 yang siap menjadi koruptor, karena pemimpin tersebut harus menutupi biaya kampanye dan setoran ke parpol serta balas budi ke Timses melalui kolusi berbagai proyek. Para kontestan pemenang pemilu baik di Legislatif maupun pemenang pilkadaLanjutkan membaca “Budaya Korupsi Berjamaah Adalah Sebuah Akibat”
ALTERNATIF PILIHAN MAKNA DINUL ISLAM
Sebuah masukan, untuk pembaca yg mau diajak berpikir ilmiah Dibawah ini merupakan hadits tentang Rukun Islam : بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَحَجِّ الْبَيْتِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ الإسْلاَمُ =alif lam pada kata “Islam” menunjukkan bahwa kata tersebut bermakna khusus atau ma‘rifat, menjadiLanjutkan membaca “ALTERNATIF PILIHAN MAKNA DINUL ISLAM”
Budaya Korupsi Berjamaah
Mengadopsi Sistem TRIAS POLITIKA ke dalam Sistem Demokrasi Pancasila merupakan penyebab politik menjadi berbiaya tinggi dan hasilnya pun hanya mendapatkan pemimpin2 yang siap menjadi koruptor, karena pemimpin tersebut harus menutupi biaya kampanye dan setoran ke parpol serta balas budi ke Timses melalui kolusi berbagai proyek. Para kontestan pemenang pemilu baik di Legislatif maupun pemenang pilkadaLanjutkan membaca “Budaya Korupsi Berjamaah”
Budaya Korupsi Berjamaah
Mengadopsi Sistem TRIAS POLITIKA ke dalam Sistem Demokrasi Pancasila merupakan penyebab politik menjadi berbiaya tinggi dan hasilnya pun hanya mendapatkan pemimpin2 yang siap menjadi koruptor, karena pemimpin tersebut harus menutupi biaya kampanye dan setoran ke parpol serta balas budi ke Timses melalui kolusi berbagai proyek. Para kontestan pemenang pemilu baik di Legislatif maupun pemenang pilkadaLanjutkan membaca “Budaya Korupsi Berjamaah”